Semenjak suaminya meninggal , ibu dari kelima org anak ini berusaha mencari nafkah untuk menghidupi dia dan kelima anaknya. Berbagai cara telah ia lakukan sebagai single parent mulai dari menjual pakaian, menjual bunga dan menjual karanga bunga telah ia lakukan. namun karena banyak orang-orang yang hutang dan tidak dibayar maka dia memutuskan untuk menutup tokonya. Dia membuka usha kecil-kecilan dirumahnya yaitu dang membuka usaha membuat makanan ringan khas ketapang yang biasa disebut amplang.

Dia belajar dari seorang temannya yang merupakan pengusaha amplang. Berkali-kali dia mencoba membuatnya di rumah dengan peralatan dan pengetahuan yang ad, maka tidak jarang juga dia mengalami kegagalan. Terkadang hasilnya tidak sebagus dan tak sesempurna amplang yang semestinya. Kadang amplangnya berwarna merah, bentunya tidak beraturan, keras dan lain-lain. Namun dia tidak menyerah, dia mencoba dan mecnoba lagi sampai akhirnya dia bisa.

Setelah dia bisa, dia mulai mencari karyawan yg akan membantunya membuka usaha ini. Dia menawarkan kepada tetangga-tetangga yangg tidak memiliki pekerjaan . Alhamdulillah akhirnya ada tetangga yang mau ikut memabntunya.

Awalnya 4 orang karyawan ini disuruh belajar dulu di tempat temannya yang pengusaha ampalng itu supaya mereka tahu bagaimana proses dari awal sampai akhir pembuatan amplang. Setelah beberapa minggu belajar membuat amplang akhirnya ke 4 karyawan ini membuat amplang di rumah.
Tak jarang juga ibu itu mesih menemukan kegagalan walaupu sudah memiliki karyawan. Nemang pembuatan ampalng ini agak sedikit cerewet dan dia tak ingin menyerah bersama ke 4 karyawannya dia terus mencoba sampai akhrnya benar” bisa dan layak untuk di jual dipasaran.

Berkat ketekunan dan kesabarannya akhirnya dia  resmi mebuka usahanya ini pada akhir tahun 2004. Dia memberi nama usahanya ini dengan nama “Amplang FN” yang di ambil dari inisial nama dia dan nama Alm. suaminya Fauziah dan Nawawi.

Awalnya dia hanya menjual di rumah saja. Banyak pembeli berdatangan mulai dari keluarga, tetangga, teman dan kenalannya. Akhirnya dia mencoba untuk menjual amplang di pasaran dengan menitipkannya ke warung-warung dekat rumah, supermarket sampai di swalayan.

Dengan berjalannya waktu, dari tahun ke tahun usahanya semakin besar. Karyawan yang awalnya hanya 4 orang sekarang menjadi 7 orang. Awalnya hanya memproduksi amplang saja sekarang sudah memproduksi kerupuk ikan tenggiri dan abon ikan tenggiri dengan beraneka rasa (original, kari, rendang). Amplangnya sekarang juga sudah memiliki berbagai macam bentuk (panjang, bulat, bunga, stik) dan beraneka rasa (original, sahang/merica, bayam).

Usahanya ini juga pernah mengikuti lomba UMKM Tingkat Provinsi Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat Tahun 2009. dan mendapat juara II.
Alhamdulillah dengan membuka usaha ini dia bisa menghidupi kelima anaknya dan mengantarkan mereka sampai ke perguruan tinggi.

Amplang FN
jalan WR Supratman Gg. Masjid At-Taqwa no. 13 Ketapang, Kalimanatn Barat.

Kesimpulan:
Dari cerita tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa setiap usaha yang di lakukan tidak selamanya berjalan mulus sesuai dengan yang di inginkan. ada kalanya juga mengalami banyak kendala. tinggal bagaimana cara kita menjalani dan menghadapi peluang usaha tersebut. kuncinya jangan pantang menyerah, tetap berusaha dan berdoa kepada Allah SWT. Dari hal yang tidak mungkin, sekarang menjadi mungkin.