Hendrawan dari Kalimantan dulu bekas karyawan di Jakarta, di perusahaan otomotif grupnya Astra, di engineeringnya. dia termasuk salah satu dari korban krismon, jadi terpaksa keluar dengan mengambil paket pengunduran diri. Pulang ke kampung halaman Kalimantan, jd karyawan lagi di perusahaan PT. AHM Honda di kalimantan sbg enginer tapi ada sambilan di ajak temen, mengengelola bisnis tambang pasir di daerah Ketapang di pinggir sungai pawan dengan alat berat 1 unit escavator. Alat berat tersebut punya orang lain, dengan sistem bagi hasil dari lahan ijin tambang punya orang lain dengan sewa bulanan.

Tambang berjalan sangat lancar dan di area tambang, dia membuka bengkel las untuk repair bucket (sendoknya) alat berat dan ayakan pasir yang mesti selalu rusak, banyak orderan lasnya dan berani keluar kerja, tidak menjadi karyawan lagi tapi seiring dengan berjalannya waktu, lahan tambang makin sulit.  Alat berat mulai sakit – sakitan, banyak pengeluaran perbaikan. Antara yg punya alat dan lahan kurang bagus sehingga bubar. Bengkel las tinggal kenangan dan mesin las pun menganganggur bisa di bilang bangkrut tapi dia berusaha untuk meminjam modal dari Bank swasta untuk memulai usahanya kembali dari nol.

Di tempat yang tidak jauh dari usahanya yang dulu dia mengontrak tempat untuk membuka usaha bengkel las yang baru berbekal dari pengalamannya. Dari hasil pantang menyarah, Hendrawan pun hari demi hari di lalui dengan bekerja banting tulang tanpa memikirkan dulunya dian pernah bangkrut. Dengan berbekal semangatnya, alhamdulillah sekarang ini dia telah merasakan hasilnya dengan memiiki 3 cabang bengkel las di daerah kalimantan dengan jumlah karyawan sekitar 15 orang dengan omset perbulan sekitar 5.000.000,00 untuk setiap cabangnya.

Kesimpulan :

Seorang karyawan yang dulunya mengalami keterpurukan dalam kehidupannya akibat keadaan ekonomi negara yang berusaha bangkit dengan menjalani usaha. Dengan berbekal pengalaman sebagai seorang karyawan di bengkel las, maka ia berusaha menuruni ilmu tersebut dengan membuka usaha sendiri bengkel las dengan membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar. Dari kesimpulan tersebut jadi kita itu harus berusaha bangkit dari keterpurukan karena keterpurukan itu merupakan pelajaran hidup yang berharga.